Searching. Please wait...
Jum'at, 18 April 2014. Pada pukul 15:05:20 - Kategori Pendidikan Anak

Suka atau tidak, bagi yang hidup di kota besar, Anda hidup di tengah masyarakat yang penuh tuntutan. Salah satunya, Anda harus bekerja atau berkarier. Terkadang anak merasa, ia harus melakukan sesuatu agar selalu dicintai. Anak lalu sulit membedakan antara siapa dirinya dan apa yang harus ia lakukan. Sayangnya, Anda terlalu sering menambahkan keragu-raguannya ini dengan memberi pujian kepadanya jika ia berhasil memenangkan suatu pertandingan. Ini memang tak salah, tapi juga harus seimbang dengan menghargai nilai dirinya tanpa syarat. Salah satunya, cukup katakan kepada anak, “Kamu tahu tidak, di antara kita sering ada perbedaan pendapat. Tapi, terlepas dari itu semua, kamu adalah satu-satunya milik Mama yang paling berharga. Kamu tak perlu bilang apa-apa, Mama hanya ingin kamu tahu.”

Rahasia agar pernyataan ini melekat di hati anak adalah segera alihkan pembicaraan, misalnya, ”Oya, kamu lihat novel yang tadi Mama baca, yang sampulnya berwarna merah tua?”, lalu tinggalkan ruangan, atau buat anak merasa nyaman untuk tidak merespons atas apa yang sudah Anda katakan.?? Beri Kesempatan Memilih?Jika mungkin, biarkan anak­ melatih keterampilan dalam mengambil keputusan, dengan memberi beberapa pilihan. Cara ini bisa membantu, terutama bagi anak-anak yang punya kesulitan dalam menyelesaikan tugas. Anak-anak akan lebih mudah memulai dan menyelesaikan tugas jika ia yang memilih. Misalnya, berikan anak 5 kartu, di setiap kartu tuliskan tugas yang harus dikerjakan. Katakan kepadanya, jika ia mulai menyelesaikan tugas yang tertulis dalam 10 menit, cukup hanya 3 tugas yang perlu diselesaikannya, 2 kartu lainnya dikembalikan. Pendekatan ini tak hanya menghilangkan perselisihan, tapi juga memberikan pandangan kepada anak, ini merupakan cara yang cukup adil dan masuk akal. Beri Tanggung Jawab?Jika memiliki anak yang kritis pada cara Anda melakukan berbagai hal, berikan kesempatan kepadanya untuk melakukannya. Berikan sejumlah panduan dan fasilitas. Tak berarti kegiatan yang dipilihnya akan dinikmati semua anggota keluarga, tapi cara ini bisa menghilangkan keluhan yang biasa ia lontarkan. Dan pastikan anak tahu, Anda menghargai usahanya. Cara lain mengajari anak bertanggung jawab adalah dengan menyediakan papan pesan. Tuliskan hal-hal penting, seperti janji ke dokter atau les piano. Setiap anggota keluarga diharapkan membaca pesan ini dan setiap hari bertanggung jawab terhadap pesan yang tertera. Kalimat “Saya tidak tahu!” bukan merupakan alasan. Berikan tugas bagi setiap anggota keluarga untuk menuliskan pesan selama satu minggu secara bergantian. Strategi ini juga memastikan anak bertanggung jawab untuk tidak lupa. Sekali lagi, jangan lupa hargai usahanya.?? Buat Tugas Semenarik Mungkin?Tak ada aturan yang mengatakan, tugas rumah tangga harus menyebalkan dan tak ada habis-habisnya. Namun, memang me­rupakan kenyataan, konflik sering terjadi antara anggota keluarga ada di sekitar masalah tugas rumah tangga (termasuk PR). Jika anak bisa menetapkan waktunya untuk melakukan tugas rumah tangga dan menyelesaikannya, jangan lupa berikan hadiah. Hadiah bisa berupa uang saku lebih atau diizinkan untuk tidur lebih malam dari biasanya. Cara ini tak hanya membuat tugas rumah tangga diselesaikannya, tapi juga dilakukannya dengan senang hati.??...



Hal 1 dari 2 | 1 2 Selanjutnya


Lihat Flash lainnya...
Kategori Berita

Nilai Siswa Tertinggi
Deden Hendra Permana 670
stanislaus christbymel dian saputra 60
biru bestira 50
Guru Piket SDO
Guru SDO 343
Psikologi/Dokter Jaga
Dimas adi andrea 1
Arya adi pramesta 2
Arif budiman 3


Murid
Guru
Orangtua