Searching. Please wait...
Rabu, 21 Mei 2014. Pada pukul 11:56:30 - Kategori Pendidikan Anak

Kusnadi

Kesalahan terbesar dan terbanyak yang dilakukan oleh orang tua dalam berkomunikasi adalah kegagalan untuk memahami anak terlebih dahulu (memahami karakter anak, memahami bahasa cinta anak, dan memahami kebutuhan anak).

“Aduh duhh….”. Keluh seorang ibu sambil mengelus dada.“Napa, jeng ?”. Tanya tetangga sebelah rumah dengan nada perlahan. “Jantungnya bermasalah ?”.

“E… Bapak Santoso. Nggak pak…”.Jawab ibu tersebut sambil tersenyum malu.“Saya cuman sedang sedih, jengkel dan marah. Campur aduk dah pak. Saya ini kok bisa melahirkan anak yang nakal ? Anak saya ini loh, pak. Bikin saya gemes melihat dan mendengar perilaku anak saya setiap hari. Mulai dari gak mau disuruh belajar, suka bohong, tidak punya semangat kalau ngadepin kesulitan, tidak disiplin ngikutin aturan. Hampir tiap hari saya mendapatkan laporan dari gurunya dan hampir setiap hari saya harus teriak-teriak di dalam rumah untuk mendisiplinkan anak saya.

Saya jadi gak tahan ada di rumah, penginnya kerja melulu. Dari pada pulang, kemudian ketemu anak saya… terus harus ngadepin kenakalan anak saya.” Cerocos ibu itu tanpa bisa di rem.

Benarkah anak nakal dilahirkan? Setiap anak memang dilahirkan.Tidak ada seorang anak yang hidup di dunia ini tanpa melalui proses kelahiran. Jadi kalimat diatas 50 % tepat, tapi 50 % lainnya salah !

Kenakalan ada dalam diri anak bukan karena dilahirkan. Bukan karena takdir. Bukan juga karena turunan/warisan dari kakek nenek moyang. Kenakalan terjadi karena pembentukan dari lingkungan. Karena kenakalan tidak termasuk warisan gen maka tentu saja bisa dicegah agar tidak terbentuk. Bagaimana mencegahnya?

Kenakalan pada anak terjadi, hampir selalu diawali dengan satu kesalahan yaitu kesalahan dalam proses komunikasi.

Komunikasi sendiri merupakan suatu proses yang membutuhkan kemampuan memahami dan menyampaikan ide/perasaan kepada orang lain.

Kesalahan terbesar dan terbanyak yang dilakukan oleh orang tua dalam berkomunikasi adalah kegagalan untuk memahami anak terlebih dahulu (memahami karakter anak, memahami bahasa cinta anak, dan memahami kebutuhan anak).

Berapa banyak dari kita yang meminta anak untuk memahami kita terlebih dahulu dan mengerti keinginan kita.

Pernahkah kita meminta anak seperti ini : “Ibu yang melahirkan kamu, jadi ibu yang paling mengerti keinginan kamu.“ Atau, “Ayah yang menyekolahkan kamu sampai tinggi. Ayah juga yang memberi kamu makan nasi bukan batu. Jadi sudah sepantasnya kamu berbakti dan taat kepada ayah !”.

Ketika kita gagal memahami anak maka anak akan berusaha mencari AKAL agar bisa dipahami oleh kita yaitu dengan melakukan hal yang tidak kita sukai atau sebaliknya. Akal-akal yang nakal inilah yang membuat kita pusing 7 keliling.

Apa saja yang perlu kita pahami terlebih dahulu dalam diri anak agar komunikasi bisa berjalan dengan mulus ?    Tipe kepribadian anak Anda sehingga Anda bisa mengetahui apa yang disukai atau dibenci oleh anak Anda. Anda juga akan mengerti bagaimana memberikan motivasi sesuai dengan tipe kepribadian anak Anda.             

Cara salah yang sering digunakan orangtua dalam menasehati anaknya mengakibatkan anak tumbuh menjadi seseorang yang sering ragu-ragu, tidak percaya diri dan sulit mengambil keputusan....



Hal 1 dari 2 | 1 2 Selanjutnya


Lihat Flash lainnya...
Kategori Berita

Nilai Siswa Tertinggi
Deden Hendra Permana 670
stanislaus christbymel dian saputra 60
biru bestira 50
Guru Piket SDO
Guru SDO 343
Psikologi/Dokter Jaga
Dimas adi andrea 1
Arya adi pramesta 2
Arif budiman 3


Murid
Guru
Orangtua