Searching. Please wait...
Selasa, 27 Mei 2014. Pada pukul 13:20:50 - Kategori Psikologi Anak

http://ayahkita.blogspot.com/

Para orang tua dan guru yang berbahagia,

Kontroversi pemahaman tentang anak sering kali membuat kita yang awam ini merasa bingung; padangan manakah yang benar....?

Padahal selama 20 tahun terakhir telah terjadi perubahan padangan yang sangat besar antara para praktisi dan pemerhati pendidikan dalam memandang anak-anak yang bermasalah.

Mari kita ketahui apa saja perbedaanya; dan manakah yang  MITOS dan mana yang lebih dekat pada FAKTA.

Pandangan Sebelum 80-an yang selanjutnya akan saya sebut sebagai (Mitos) Pandangan setelah 80an yang selanjutnya akan saya sebut sebagai (Fakta)  

MITOS : Setiap anak dilahirkan berbeda, sebagian besar dalam kondisi normal dan sebagian lagi mengalami kelainan, yang sering dikelompokkan kedalam Learning Disability (hambatan belajar), Attention Defisit Disorder (gangguan konsentrasi), Attention Defisit Hiperactive Disorder (gangguan hiperaktif), Disleksia (ketidak mampuan membaca dan menulis)

FAKTA : Setiap anak dilahirkan berbeda, oleh karenanya memerlukan perlakuan dan cara pembelajaran yang berbeda sesuai dengan ciri-ciri keunikan yang dimilikinya masing-masing. Tidak ada yang disebut kelainan pada anak, yang ada adalah perbedaan cara belajar dan sifat-sifat dasar anak, yang merupakah fitrah alami dari Tuhannya.

MITOS : Setiap Anak Terlahir ada yang Sangat Cerdas, Cerdas dan Kurang Cerdas

FAKTA : Setiap anak yang terlahir adalah Cerdas pada bidangnya masing-masing, kecuali anak yang mengalami cacat otak sejak lahir atau karena kecelakaan yang fatal. Namun ada sebagian anak yang dinyatakan cacad sekalipun secara medis masih dapat kembali normal yang memupuk kecerdasaanya hingga menjadi yang terbaik (Ref: He Ah Lee; The Four Fingger Pianist)  

MITOS : Orang beranggapan Kecerdasan adalah, kemampuan dalam Membaca, Menulis dan Berhitung  

FAKTA : Kecerdasan bersifat tidak terbatas, Membaca, Menulis (Kecerdasan Linguistik), Berhitung (Kecerdasan Logika), 6 kecerdasan lainnya adalah : Kecerdasan Intrapersonal, Kecerdasan Interpersonal, Kecerdasan Musikal, Kecerdasan Visual, Kecerdasan Kinestetik (Jasmani) dan Kecerdasan Naturalis   

MITOS : Kecerdasan dapat di ukur melalui tes kecerdasan yang sering disebut dengan Tes IQ.

FAKTA : Kecerdasan tidak dapat diukur, melainkan dapat di gali, diamati dan dikembangkan untuk mencapai tingkat maksimum.  

MITOS : Kegagalan anak dalam proses belajar disebabkan karena faktor internal anak tersebut dengan TUDUHAN kemungkinan menderita kelainan seperti LD (Learning Disability), ADD (Attention Defisit Disorder), ADHAD (Attention Defisit Hiperactive Disorder) dan Disleksia.

FAKTA : Kegagalan anak dalam proses belajar disebabkan karena faktor ekternal yang berupa ketidakmampuan para pendidik dan orang tua memahami gaya belajar, sifat dasar anak serta teknik-teknik mendidik/mengajar yang sesuai dengan gaya belajar dan sifat dasarnya.

MITOS : Agar tidak mengalami kegagalan dalam proses belajar maka anak yang dikategorikan sebagai penderita LD, ADD dan ADHD perlu mendapat terapi khusus, yang kerap kali menggunakan obat-obatan yang cukup berbahaya seperti Ritalin (methylphenidate), Dexedrin (dextroamphetamine), Cylert (pemolin), klonidin dan anti depresant lainnya.

FAKTA : Agar tidak mengalami kegagalan dalam proses belajar maka orang tua, guru dan pendidik harus belajar dan menguasai teknik mengajar...



Hal 1 dari 2 | 1 2 Selanjutnya


Lihat Flash lainnya...
Kategori Berita

Nilai Siswa Tertinggi
Deden Hendra Permana 670
biru bestira 50
Rova 40
Guru Piket SDO
Guru SDO 343
Psikologi/Dokter Jaga
Dimas adi andrea 1
Arya adi pramesta 2
Arif budiman 3


Murid
Guru
Orangtua